Rabu, 23 April 2008

Bahan Bahan Terbitan Panitia Pendidikan Islam

Assalamualaikum dan salam sejahtera

Tuan yang dihormati. Bahan-bahan yang dijanjikan untuk diterbitkan dan dicetak untuk sekolah-sekolah telah diubah format penyediaan. Terbitan hanya dubuat dalam bentu softcopy dan sekolah dikehendaki mencetak sendiri dan mengedarkan kepada guru-guru serta pelajar. Bahan-bahan tersebut boleh dimuat turun dari web Panitia Pendidikan Islam Daerah Hulu Selangor di alamat :ppippdhs - PANITIA PENDIDIKAN ISLAM & j-QAF PPD HULU SELANGOR

Sekian dan harap maklum.


Norisham bin Saimon
Setiausaha Penerbitan,
Panitia Pendidikan Islam Daerah,
d/a SJKC Serendah.

Selasa, 25 Mac 2008

Nasihat Rasulullah kepada Fatimah

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anakandanya Fatimah az-zahra rha. Didapatinya anakandanya sedang menggiling syair (sejenis bijirin) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis.Rasulullah SAW bertanya pada anakndanya, "Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah? semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fatimah rha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan anaknda menangis".

Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anakndanya. Fatimah rha melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'Ali (suaminya) mencarikan anaknda seorang jariah untuk menolong anaknda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah?".Mendengar perkataan anakndanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu.

Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim".Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anakndanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata.

Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah, Tuhan yang telah menjadikan engkau dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah engkau menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka.

Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-zahra di dalam syurga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.Rasulullah SAW bersabda kepada anakndanya, "Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fatimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keredhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak redha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa redha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.

Ya Fatimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengkurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya satu persalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.

Ya Fatimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menghias rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit(malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakratulmautnya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Sirat".

Jumaat, 29 Februari 2008

Nasib Para Pelaku Maksiat

Al-Qur'an telah banyak menceritakan berbagai kejadian dan bahaya yang ditimbulkan dari perbuatan maksiat. Cerita tersebut bukanlah sesuatu yang dibuat-buat atau lamunan, apalagi cerita bohong untuk sekedar menakut-nakuti manusia, namun ia benar-benar terjadi dan menjadi tragedi bagi umat manusia.

Diantaranya adalah banjir besar yang mencapai puncak gunung pada masa nabi Nuh as yang menjadikan penghuni bumi karam tenggelam, angin puting beliung yang berhembus keras membanting kaum ‘Ad hingga semua mati bagaikan pelepah kurma yang berguguran, guntur dahsyat yang mematikan kaum Tsamud, hujan batu di negri Sodom pada kaum nabi Luth yang membinasakan semua penghuninya, awan azab berupa mega naungan yang ketika turun bagaikan api yang membakar kaum Syu’aib, tenggelamnya Fir’aun dan kaumnya di sungai Nil, pekik keras yang menghancurkan orang-orang yang digambarkan dalam surat Yasin.
Sekali lagi, semua kisah tersebut benar terjadi. Dan penyebab turunnya azab Allah swt tersebut tidak lain adalah perbuatan dosa dan maksiat sehingga semua menjadi pelajaran bagi umat manusia hingga hari kiamat.

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah Rasulullah saw bersabda : „Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah swt dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya. Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka. Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi dan kedurjanaan penguasa. Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat melainkan mereka akam mengalami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan. Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji) melainkan akan Allah swt utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki. Kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Al-Qur'an) melainkan akan Allah swt jadikan permusuhan antar mereka."

Rasulullah saw juga bersabda : „Jika engkau dapati Allah Azza wa Jalla memberikan limpahan kekayaan kepada seorang hamba padahal hamba itu tetap berada di dalam kemaksiatan, maka tak lain hal itu merupakan penundaan tindakan dari Nya" (HR Ahmad)
Selanjutnya beliau (Rasulullah saw) membaca ayat yang artinya : „Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS Al-An’aam : 44)

Imam Ahmad meriwayatkan, Abi Rafi’ bercerita bahwa Rasulullah saw pernah melewati pekuburan Baqi. Lalu beliau berkata, „Kotorlah engkau, cis ... !" Aku menyangka kiranya beliau maksudkan diriku. Beliau bertutur, „Tidak, cuma inilah kuburan si fulan yang pernah kuutus untuk memungut zakat pada bani fulan lalu dia mencuri baju wol dan kini dia sedang dipakaikan baju yang serupa dari api neraka.

Dalam shahih Muslim dikatakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda : „Penduduk yang di dunia begelimang kesenangan sementara dia itu termasuk ahli neraka dihadirkan pada hari kiamat untuk kemudian dicelup dengan celupan neraka. Kemudian kepada mereka dikatakan, „Hai ibnu Adam, adakah kau lihat kebaikan ?" Dia menjawab, „Wallahi, tidak ya Rabbi !" Dan manusia yang di dunia paling sengsara hidupnya sementara dia itu calon penghuni surga akan dicelup dengan celupan surga. Lalu kepada mereka akan dikatakan, „Hai ibnu Adam, adakah kau peroleh kesengsaraan ? Adakah kau temui kegetiran ?" Dia menjawab, „Tidak, demi Allah ya Rabbi, tidak kudapati sama sekali.""

Sedangkan dalam shahih Muslim Rasulullah saw pernah bersabda tentang 3 golongan manusia yang pertama diadili di hari akhir. Golongan pertama adalah mereka yang mati syahid. Diantara mereka wajahnya tersungkur dan diseret ke neraka karena ternyata perang yang telah dilakukannya semata-mata hanya agar disebut pahlawan. Golongan kedua adalah orang yang sering membaca Al-Qur'an, rajin menuntut ilmu dan senantiasa mengamalkan pengetahuannya. Namun ternyata mereka juga tersungkur dan diseret ke dalam nereka. Mengapa ? Karena ternyata mereka hanya ingin mendapat gelar sebagai orang alim dan pintar. Golongan ketiga adalah seorang laki-laki yang seluruh kekayaannya dia korbankan. Tetapi nasibnya sama dengan kedua golongan sebelumya, ia tersungkur dan diseret ke neraka, karena ia melakukan itu agar dikatakan dermawan.

Masih banyak ayat-ayat Al-Qur'an maupun sabda Rasul yang menggambarkan akan bencana apa yang dialami oleh orang yang berbuat maksiat. Namun cukuplah kiranya beberapa ayat, hadits dan kisah diatas menjadi pelajaran bagi kita untuk bisa diambil hikmah dan membuat kita lari dari perbuatan maksiat.

Khamis, 28 Februari 2008

GEJALA-GEJALA PENYAKIT ROHANI

1. PENGERTIAN ROHANI

Perkataan rohani dalam bahasa Malaysia sering dikaitkan dengan : hati, kalbu, jiwa, mental, fikiran dan sebagainya yang mewujudkan sebagai suatu unsur peribadi manusia yang paling unik yang tidak dapat dilihat oleh pancaindera. Tetapi gejala dalam kerjanya dapat dirasakan. Gejala itu misalnya: menangkap dan menyimpan pengertian, mengingat, berfikir, berkemahuan, rindu, sedih, gembira dan sebagainya.

Imam Ghazali dalam kitab Ihyaulumiddin menerangkan bahawa roh itu ada dua makna. Pertama berupa jenis yang halus dan bersumber dari rongga hati jasmani dengan perantaraan otot-otot dan urat yang bermacam-macam tersebar ke seluruh bahagian-bahagian badan. Kedua, ianya berupa sifat halus pada manusia yang dapat mengetahui sesuatu dan dapat menangkap segala pengertian. Banyak pengertian yang dikemukakan mengenai jiwa namun begitu belum ada yang dianggap memuaskan.

Keterangan tentang adanya penyakit rohani itu dikemukakan di dalam Al-Quran antaranya:

Firman Allah yang bermaksud:

‘Dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah tambah penyakit mereka dan adalah bagi mereka siksaan yang pedih dengan sebab apa-apa yang mereka dustakan’. (Q.S. Al-Baqarah, ayat 10)


2. LEMAH DAYA KERJA

Jika seseorang itu sihat rohaninya ia akan memiliki kemampuan beramal yang tinggi, ghairah bekerja dan bersemangat untuk maju dalam kebaikan. Sebetulnya orang yang mengidap penyakit rohani akan nampak kemundurannya dalam kemampuan bekerja, hilang ghairah dan semangatnya untuk maju. Yang menonjol hanyalah kelemahan dan kemalasan.

3. TUMPUL FIKIRANNYA

Orang yang sihat rohaninya mudah menangkap kebenaran, hatinya selalu dipancari (nur) kebenaran. Adapun orang yang sakit rohaninya terlihat adanya kebodohan, kelemahan dalam berfikir sehingga susah menerima kebenaran.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud:

Ertinya : ‘Tidakkah mereka mahu berjalan di muka bumi, supaya ada bagi mereka hati yang mereka boleh mengerti dengannya, atau telinga yang boleh mendengar dengannya. Sesungguhnya bukan penglihatan yang buta tetapi hati mereka yang ada di dalam dada itulah yang buta’. (Q.S. Al-Haj, ayat 46)

Mereka begitu susah menangkap kebenaran, sekalipun dengan perbandingan dan perumpamaan sahaja. Dalam hati mereka terdapat kotoran yang menutup mata hatinya. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :

‘Dan sesungguhnya Kami telah sediakan neraka Jahannam terhadap sejumlah jin dan manusia. Mereka yang mempunyai hati tetapi tidak mahu mengerti dengannya dan mempunyai mata tetapi tidak mahu melihat dengannya dan mempunyai telinga tetapi tidak mahu mendengar dengannya. Mereka itu seperti binatang, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang yang lalai’.


4. PENDANGKALAN RASA

Orang yang sihat rohaninya ialah orang yang begitu terkesan apabila mendapat nikmat dan rahmat Allah yang diterimanya dengan penuh syukur. Adapun bagi orang yang tidak pandai bersyukur dengan nikmat Allah dianggap sebagai memiliki perasaan dangkal dan kelemahan zauq. Pendangkalan rasa terhadap nikmat Allah itu dapat dipandang sebagai gejala penyakit rohani. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud:

‘Apabila kesukaran menimpa manusia, mereka seru Tuhan dalam keadaan berserah diri kepadaNya, kemudian apabila ia rasakan kepada mereka rahmat daripadaNya, tiba-tiba segolongan daripada mereka menyekutukan Tuhan mereka.’(Q.S. Rum, ayat 33)

5. GELISAH DAN KELUH KESAH

Orang yang sihat rohaninya, terdapat ketenangan pada air mukanya. Sebaliknya orang yang mengalami gangguan penyakit rohani, terdampar pula melalui sikapnya yang diliputi kegelisahan dan keluh kesah. Kegelisahan dan keluh kesah itulah yang merupakan pencerminan daripada ketidak stabilan mental.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :

‘Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat gelisah. Apabila bahaya mendatangani dia keluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan amatlah kedekutnya. Kecuali orang yang mengerjakan sembahyang. Yakni mereka yang tetap dalam sembahyangnya’. (Al-Maarij, ayat 19-23)


6. LIAR TERHADAP KEBENARAN

Salah satu daripada tanda ketenangan jiwa ialah kecenderungan mencari dan menerima kebenaran dan menolak kebatilan. Fikirannya tenang dan sentiasa mempertimbangkan sesuatu itu dengan baik. Sebaliknya orang yang liar terhadap kebenaran dan tidak senang mendengarkan mutiara-mutiara hikmah dapat dipandang sebagai orang yang terkena penyakit rohani.
Allah s.w.t. berfirman yang ertinya:

‘Apakah di dalam hati mereka ada penyakit, atau mereka ragu ataupun mereka khuatir kalau-kalau Allah dan RasulNya menganiaya mereka. Tidak! Bahkan mereka itulah orang yang zalim.(Q.S. An-Nur, ayat 50)


7. BURUK SANGKA

Salah satu daripada tanda penyakit rohani ialah prasangka-prasangka yang buruk, antara lain anggapan yang bukan-bukan terhadap Allah dan RasulNya. Firman Allah yang bermaksud:

‘Dan ingatlah ketika orang munafik dan orang yang dihatinya ada penyakit berkata: ‘Allah dan RasulNya tidak menjanjikan kepada kita melainkan tipuan.’ (Al-Ahzab, ayat 12)

Selain mempunyai prasangka yang buruk terhadap Allah dan RasulNya, ia juga mempunyai prasangka yang buruk dan suka curiga terhadap orang lain tanpa alasan. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud:

‘Wahai orang yang beriman, tinggalkanlah sebahagian besar daripada sangka-sangka, kerana sebahagian daripada sangka-sangka itu dosa.’
(Q.S. Al-Hujarat, ayat 12)

8. SUKA MENGHASUT (FITNAH)

Jika orang yang sihat rohaninya selalu rindukan ketenangan, kedamaian dan ketenteraman, sebaliknya orang yang berpenyakit rohani kadangkala suka menghasut dan menimbulkan pergaduhan dan keributan. Sebab itulah sikap suka menghasut dan menimbulkan kegemparan di dalam masyarakat dapat dipandang sebagai penyakit rohani. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud:


‘Sesungguhnya kalau orang munafik dan mereka yang dihatinya ada penyakit dan penggempar-penggempar (penghasut-penghasut) di Madinah tidak menghentikan (kegiatannya) sudah tentu kami akan perintahkan engkau menyerang mereka, kemudian mereka tiada dapat tinggal berjiran dengan engkau kecuali sementara waktu saja.’ (Q.S. Al-Ahzab, ayat 60)


9. MENARUH HATI TERHADAP WANITA YANG SUDAH BERSUAMI


Salah satu gejala daripada ketidak-normalan jiwa ialah sikap menaruh hati dan berkeinginan terhadap wanita-wanita yang sudah mempunyai suami. Kerana itulah, maka Allah memberi nasihat kepada isteri-isteri Nabi s.a.w. Firman Allah s.w.t. bermaksud:

‘Hai isteri-isteri Nabi! Kamu tidak sama dengan seorangpun dari wanita-wanita lain jika kamu berbakti. Maka janganlah kamu berlembut kata (kepada lelaki lain), kerana akan menaruh harapan (akan timbul keinginan) orang yang hatinya ada penyakit melainkan ucapkanlah perkataan yang sopan.’ (Q.S. Al-Ahzab, ayat 32)


Di antara ahli tafsir ada yang mentafsirkan pengertian penyakit dalam ayat tersebut sebagai syahwat zina. Keterangan ini logik kerana orang yang normal fikirannya tentu dapat membezakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang halal dan mana yang haram. Adapun orang cenderung kepada hal-hal yang tidak wajar dan menyimpang dari nilai-nilai moral maka ia dipandang sebagai kelakuan yang tidak normal.


(Insya Allah kita akan sambung dilain masa... kesumba3a@yahoo.com)

Rabu, 27 Februari 2008

Peristiwa-Peristiwa Penting Dalam Islam

Zulkaedah

1. Peristiwa Umrah, Perjanjian Hudaibiyyah dan Baiah Ridhwan
2. Rasulullah SAW meninggalkan kota Madinah menuju Makkah untuk menunaikan haji Wida' (Haji Penghabisan), baginda disertai seramai 100,000 kaum Muslimin.

Rejab

1. Berlakunya peristiwa Isra' dan Mi'raj pada 27 Rajab
2. Solat lima waktu disyariatkan dalam peristiwa Isra' dan Mi'raj
3. Berlakunya peperangan Tabuk pada tahun ke 9 Hijrah

Syaaban

1. Malam Nisfu Syaaban pada 15 Haribulan
2. Penukaran kiblat dari Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis ke Kaabah di Masjidil Aqsa pada 15 Syaaban
3. Peperangan Bani Mustalik pada tahun ke-5 Hijrah

Siaran Langsung

PORTAL RUJUKAN UTAMA

Laman Blog dan Web UPI & j-QAF PPD Selangor

Senarai Blog Rujukan

free counters